Monday, 16 January 2012

Chapter Seventeen

Ruangan itu disebut Ruang Rapat Pimpinan. Terletak di lantai satu. Berukuran 8 kali 10 meter. Biasanya kalau ada acara dengan jumlah hadirin sekitar dua puluh hingga tiga puluh orang, cukup dilaksanakan di tempat ini. Sufri duduk di meja pimpinan, diapit oleh Sekda dan Kepala Bagian Keuangan. Enam belas orang kepala perangkat daerah yang baru dilantik beberapa saat lalu duduk teratur di kursi-kursi yang disediakan menghadap ke meja pimpinan. Di depan mereka masing-masing terdapat beberapa dokumen yang tergelar di atas meja. Seorang pegawai yang lebih muda mengoperasikan komputer, duduk di kursi paling ujung yang terdekat dengan Arfah, Kepala Bagian Keuangan.


Agenda pertemuan itu adalah rasionalisasi anggaran. Sesudah melakukan perampingan struktur birokrasi, lima perangkat daerah secara resmi telah hilang dari peredaran. Biaya operasional dari
Seluruh kepala perangkat daerah itu diminta untuk mempelajari kembali rencana kegiatan unit kerja masing-masing, yang sudah ditetapkan dalam APBD kemudian melakukan rasionalisasi. Dari pengamatan sepintas lalu yang telah dilakukannya terhadap sejumlah kegiatan, Sufri menilai masih banyak kegiatan yang relatif belum terlalu penting untuk dilaksanakan pada tahun ini. Kriterianya, kata Sufri adalah kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, dipertimbangkan untuk dibuang. Kegiatan yang bersentuhan langsung dengan rakyat dikaji kedalaman manfaat dan mudharatnya. Jika kurang bermanfaat, buang.
Kedua puluh orang itu bekerja dengan tekun. Berdiskusi, dan sesekali berdebat untuk  Beberapa orang pegawai lain silih berganti memasuki ruang rapat itu mengantarkan makanan dan minuman. Lalu keluar kembali menunggu perintah selanjutnya. Sesekali mereka secara bergantian istirahat untuk shalat lalu kembali berkutat dengan angka-angka.
Menjelang maghrib, kegiatan itu diskors oleh Sufri. “Kita lanjutkan nanti malam pukul 20.00,” katanya. “Tolong jangan sampai ada yang terlambat. Draft Perubahan APBD sudah harus kita selesaikan malam ini. Selanjutnya, Bappeda secepatnya akan segera melakukan sinkronisasi terhadap KUA PPAS.” Merekapun bubar.
Malam harinya, mereka berkumpul kembali. Pekerjaan membosankan dan membutuhkan ketelitian itu harus mereka selesaikan secepatnya. Tahun anggaran terus berjalan. Banyak kegiatan yang proses penyelesaiannya butuh waktu lama. Jika perangkat daerah tidak bergegas, bisa-bisa pekerjaan mereka nanti tidak selesai pada akhir tahun anggaran dan mereka mendapat predikat disclaimer.
Sesudah berkutat dengan angka-angka selama lebih tujuh jam. Mereka tiba pada kesimpulan bahwa hasil rasionalisasi itu menghasilkan penghematan anggaran dalam jumlah yang fantastis. Yaitu 125 milyar rupiah. Sufri berkata, kecenderungan penganggaran yang selama ini kita lakukan dalam lima tahun terakhir, sesungguhnya berpotensi untuk dihemat pada kisaran angka 125 milyar itu. Dengan kata lain, itulah potensi kebocoran yang secara resmi terjadi selama lima tahun terakhir ini.
Para kepala perangkat Daerah yang terlibat dalam proses itu sama-sama merasa terkejut. Ternyata jika ditelusuri secara mendalam seperti ini, banyak sekali item penganggaran yang seharusnya bisa diakomodir.
Sufri kembali menekankan perlunya kepedulian kepada masyarakat dengan melaksanakan kegiatan yang sungguh-sungguh diarahkan pada kepentingan rakyat. Lima tahun ke depan adalah kesempatan terbesar anda untuk menjadi birokrat yang berprestasi, birokrat yang bersih dan jujur.

No comments:

Post a Comment